Semarang – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan halaqah terkait penyiapan perempuan ulama di era digital. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin.
Ketua Panitia Halalaqah Ulama Munawaroh Nur Hadi menyampaikan bahwa kalangan perempuan merasa yang tertinggal untuk pemanfaatan teknologi dalam berdakwah.
Kegiatan halaqah dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kapasitas agar para ulama perempuan mempunyai pemahaman yang baik di ranah digital.
“Kami berharap para ulama perempuan nantinya dapat membuat konten milenial. Saat ini mayoritas remaja menggunakan teknologi sehingga kalau tidak diselamatkan bisa fatal,” ujar Ketua Komisi Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Siliwangi, Jumat, 28 Oktober 2022.
Pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini lantaran urgensi dan materinya sangat penting.
“Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 35 kabupaten/kota, serta utusan dari pesantren,” tambahnya.
Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah Dr. K.H. Ahmad Darodji, M.Si menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya mendorong agar semakin banyak ulama perempuan yang muncul di tengah publik sehingga dapat membantu mengatasi persoalan zaman.
“Masalah haid, istihadhoh itu bisa dijelaskan dengan baik oleh perempuan. Oleh karena itu, butuh ilmu untuk dapat menjelaskan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Setelah mengikuti halaqah, para ulama perempuan diminta untuk mengikuti orientasi kader ulama sehingga dapat melahirkan ulama perempuan makin banyak.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng H. Taj Yasin menyebut peran perempuan sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai persoalan. Pihaknya mengapresiasi kegiatan halaqah yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas perempuan.
Pria yang disapa Gus Yasin menceritakan sosok ulama perempuan di masa Nabi seperti Khadijah dan Ummu Salamah.
“Perempuan memiliki ketangguhan dan keilmuan, sehingga saat ini penting sebagai imbangan bagi laki-laki yang tidak paham hukum,” ujarnya.
Sebagai pemateri sesi pertama adalah Rektor Udinus Prof Edi Nur Sasongko yang mengambil tema Perempuan Youtuber. (*)



