
Semarang – Tantangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke depan sangatlah kompleks. Tantantan tidak hanya bidang sosial kemasyarakatakan, namun MUI harus mampu mandiri dalam berorganisasi.
Hal demikian disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah Prof. Dr. Ahmad Gunaryo, M.Soc. dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Jawa Tengah di Hotel Pandanaran, Semarang, Jumat malam, 24 September 2021. Prof Gunaryo menyampaikan materi berjudul Tantangan dan Isu-Isu Strategis Yang Dihadapi MUI.
Prof Gunaryo mengawali dari pentingnya melaksanakan inovasi. Tanpa inovasi, suatu organisasi akan hilang dengan sendirinya. Organisasi yang majupun saat ini jika tidak melakukan inovasi, pasti akan ditinggal pengikutnya. Oleh karena itu, harus ada inovasi yang dilakukan secara terus menerus.
Prof. Gunaryo menyebut beberapa tantangan yang perlu dikaji dalam menghadapi perubahan. Misalnya ketakutan dan penolakan terhadap perubahan, lalu melihat perubahan dari sisi negatif. Dalam konteks MUI, adanya kekhawatiran terhadap hilangnya otoritas keagamaan.
Oleh karena itu, manajemen dalam suatu organisasi perlu direformasi, dan mulai melakukan kemandirian organisasi. Jangan sampai ada kecenderungan untuk gemar memasuki ranah politik praktis.
“Perubahan itu sulit. Tapi tidak berubah itu fatal. Tujuan berubahan itu untuk pengembangan. Saya yakin bahwa kita mampu menjalankan yang lebih besar dari apa yang kita pikirkan, kalau kita mau,” tambahnya.
Dalam konteks yang sederhana, sambungnya, agar hasil kajian, fatwa atau hasil penelitian dibuat dengan bahasa-bahasa yang sederhana. Dibuat dengan sesuai dengan bahasa-bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam, bahkan dapat dijadikan bahan cerita.
“Story telling ini di negeri kita bukan profesi. Ini kemampuan orang yang bercerita. Di AS, profesi ini mahal sekali harganya. Di Indonesia, ini belum dihargai, padahal ini sangat penting dalam pembentukan karakter,” tambahnya.
Selain Prof. Gunaryo, sesi malam juga diisi oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah Drs. H. Ali Mufiz, M.P.A dan Sekretaris Umum MUI Jawa Tengah, Drs. H. Muhyidin, M.Ag. (*)



