Semarang –Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menggelar Semiloka Penguatan Ketahanan Keluarga di Era Pandemi selama dua hari di Hotel Pandanaran, Semarang, Jumat-Sabtu, 12-13 November 2021.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga dan Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat ini salah satunya mengundang Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.PD. Ia menyampaikan materi tentang Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Kesehatan Masa Pandemi.
“Salah satu tips sehat itu adalah cuci tangan. Saat ini kasus-kasus seperti diare itu turun drastis berkat cuci tangan. Ini hikmah pandemi,” kata Hakam, di sela-sela paparannya, Jumat, 12 November 2021.
Di awal pemaparannya, Hakam menjelaskan tentang perkembangan sebaran Covid 19 di Kota Semarang yang masih dalam level 1. Meski dalam level tersebut, pemerintah bersama masyarakat harus tetap berikhtiar tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus baru.
Ia menyebut di beberapa negara yang abai terhadap protokol kesehatan sudah terjadi lonjakan kasus covid 19, meskipun penduduknya sudah divaksin 100 persen dan sebagian warganya sudah divaksin lebih dari 2 kali.
“Kita tetap harus berikhtiar, untuk terus menerapkan protokol kesehatan tetap. Di berbagai negara, ada gelombang 4 karena terlalu percaya diri, dan mengira sudah vaksin 100 persen aman. Pasien yang saya rawat, pasca Agustus itu sudah dua kali vaksin, bahkan ada yang 3 kali. Kita bukan peramal, tapi kita punya prediksi, bahwa saat ini terjadi tren lonjakan kasus,” tambahnya.
Oleh karena itu, sambung dia, lagkah pertama adalah tetap menerapkan protokol kesehatan, dipadu dengan adanya pembatasan mobilitas, menghindari aktivitas di luar rumah, serta membatasi perkumpulan-perkumpulan serta menghindari keramaian. Terlebih di masa penghujan, biasanya muncul penyakit seperti demam berdarah, types dan lainnya.
Hakam membagi 9 tips untuk menjaga kesehatan keluarga di tengah pandemi. 9 tips itu antara lain sebagai berikut:
- Memberi ASI ekslusif minimal 6 bulan kepada bayi;
- Timbang perkembangan bayi dan balita di Posyandu;
- Gunakan air bersih;
- Konsumsi buah dan sayur tiap hari;
- Cuci tangan;
- Memberantas jentik;
- Persalinan melalui tenaga kesehatan;
- Gunakan jamban sehat; dan
- Tidak merokok.
Setelah sesi sore, kegiatan dilanjutkan dengan break istirahat, serta sesi malam diisi oleh Wakil Ketua Umum MUI Jawa Tengah Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A yang menyampaikan materi tentang ‘Ketahanan Keluarga dan Covid 19 dalam Perspektif Islam’ dan Dra. Hj. Zuhar Mahsun, M.Si. tentang ‘Pendewasaan Usia Pernikahan sebagai Upaya Memperkuat Ketahanan Keluarga’. [*]



