Semarang – Majelis Ulama Indonesi (MUI) Provinsi Jawa Tengah selenggarakan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) tentang peran organisasi masyarakat Islam dalam menyiapkan generasi emas di Hotel Grasia Semarang, Selasa (19/12). Tema ini diusung oleh MUI Jateng mengingat generasi sekarang ini adalah generasi yang akan mengurus Indonesia pada usia genap 100 tahun.
Hal ini yang disampaikan oleh Koordinator Ukhuwuah MUI Provinsi Jawa Tengah, Sholihan. Ia mengungkapkan diskusi tentang generasi emas ini relatif baru dan dikaitkan dengan persiapan untuk menghadapi tahun 2045. Sebuah momentum sejarah dimana pada tahun 2045 Indonesia genap berusia 1 abad atau 100 tahun.
“Memang tahun 2045 masih lama, kalau dihitung dari sekarang masih 27 tahun lagi, namun ini perlu disiapkan dari sekarang ini, generasi sekarang ini yang akan memimpin dan eksistensi Indonesia ada di tangan mereka”, jelas Sholihan, dosen Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Generasi emas, jelas Sholihan, sering digambarkan sesosok generasi yang memiliki karakter. Yakni memiliki kecerdasan yang komprehensif yakni produktif dan inovatif, damai dalam interaksi sosialnya dan berkarakter yang kuat, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.
“Apakah sosok generasi emas yang demikian sudah ideal, kalau belum ideal sosok seperti apa yang diharapkan sebagai generasi emas, dan bagaimana mewujudkan generasi emas tersebut, inilah beberapa pertanyaan yang akan kita jawab dalam semiloka ini,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, hadir pula Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji, menyampaikan tema ini dibahas oleh MUI Jawa Tengah berangkat dari keperihatinan dengan kondisi generasi kita sekarang ini. Karena sebentar lagi Indonesia akan sampai pada tahun emas. Oleh karena itu, generasi perlu disiapkan dari sekarang ini.
“Kita berkumpul di sini, untuk generasi kita, marilah kita bahas generasi kita, paling tidak kita bisa urun rembug ide dan pemikiran untuk mencetak generasi emas yang ideal, disamping kuat keimanannya, anak-anak kita perlu dibekali dengan kepedulian tentang dampak perkembangan teknologi, agar jangan sampai perkembangan teknologi berdampak negatif pada keimanan dan akhlak generasi kita,” paparanya.
Semiloka ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji,. Forum bertajuk Peran Ormas Islam Menyiapkan Generasi Emas ini diikuti oleh para pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah, utusan dari MUI Kabupaten / Kota, perwakilan ormas Islam di Jawa Tengah.()




